Esensi Hari Kesaktian Pancasila

Hari ini Senin, tanggal 01 Oktober 2018 kita kembali memperingati hari yang sangat krusial bagi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia yakni Hari Kesaktian Pancasila.

Kita ketahui bersama bahwa Pancasila adalah ideologi Negara Indonesia. Pancasila memberikan ciri yang khas bagi bangsa Indonesia dan tidak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia serta merupakan ciri khas yang membedakan bangsa Indonesia dari bangsa lain. Didalam Pancasila terdapat nilai-nilai yang merupakan pedoman bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kelima nilai dalam pancasila saling berkaitan dalam mengatur kehidupan bermasyarakat.

Tapi kalau kita lihat di era sekarang ini pemahaman terhadap pancasila sudah mulai memudar. Pancasila seakan tertutupi oleh arus globalisasi yang merajalela. Arus globalisasi secara tidak langsung berdampak pada pengamalan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat terutama di kalangan remaja disekitar kita. Para remaja sekarang hanya mengetahui pancasila secara teoritis,namun dalam kehidupan para remaja cenderung bertindak sesuai keinginan dan mengikuti trend masa kini. Padahal remaja adalah generasi penerus bangsa, dimana peran remaja sangat mempengaruhi kehidupan bangsa dimasa depan. Kemajuan suatu bangsa ada ditangan para pemudanya. Dampak negatif dari kemajuan teknologi yang tidak digunakan dengan semestinya yaitu semakin maraknya permasalahan moral di kalangan remaja sekarang.

Mereka cenderung disibukkan dengan kemajuan teknologi sebagai salah satu contoh penggunaan smartphone yang tidak didasari dengan pengetahuan yang benar sehingga pemanfaatannya seringkali diselewengkan. Tontonan yang bisa diakses secara mudah yang seharusnya belum layak dikonsumsi sehingga muncul gaya berbakaian yang jauh dari aturan norma, perilaku seks bebas, kecanduan game, dll.

Sebenarnya dari Hari Kesaktian Pancasila ini banyak makna yang dapat kita petik diantaranya dalam sila pertama setiap orang di indonesia wajib beragama dan menghormati agama yang lain (toleransi beragama). Dalam sila kedua rakyat indonesia harus mengembangkan sikap tenggang rasa dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Sila ketiga dimana harus adanya persatuan diantara masyarakat dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa Indonesia. Dalam sila keempat harus ditumbuhkan kembali sikap gotong-royong dan musyawarah dalam memutuskan suatu masalah untuk mencapai mufakat. Sila kelima dimana para pemuda harus meningkatkan rasa keadilan dalam berbagai bidang diantaranya bidang ekonomi, sosial, politik dan hukum.

Kami Relawan TIK Pasuruan tetap berusaha menanamkan nilai Pancasila dalam setiap sosialisasi dan edukasi yang kami programkan. Salah satunya di era milenial ini bagaimana memanfaatkan internet secara bijak dan cerdas bermedia sosial di era digital ini. Sehingga pemanfaaan teknologi khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi haruslah diimbangi dengan pengetahuan yang benar agar tidak penyimpang dari sila-sila yang ada dalam Pancasila.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *