Hari Santri Nasional 2018, Bersama Santri Damailah Negeri

Hari Santri merupakan sebuah hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan kaum santri dalam perjuangannya melawan penajajah yang bertepatan dengan resolusi jihad dari Mbah KH. Hasyim pada tanggal 22 Oktober. KH. Hasyim Asy’ari sebagai tokoh besar pendiri Nahdatul Ulama menyerukan jihad dengan mengatakan bahwa “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap orang”. Itulah alasan yang mendasari kenapa Hari Santri Nasional ditetapkan pada tanggal 22 Oktober.

Bicara tentang hari santri tentunya banyak makna yang tersirat di dalamnya. Kita sebagai pemuda yang hidup di era milenial harus juga memaknai sesuai era kita berada. Sebagaimana pepatah mengatakan “Kun Ibna Zamanika”, jadilah anak zamanmu. Maka santri saat ini mesti menjadi anak zaman yang bisa menghadapi zamannya. Hari Santri ini harus menjadi momentum bagi para santri untuk berjihad. Namun, konteks jihad itu disesuaikan dengan era saat ini, yaitu Melek Teknologi Informasi dan Komunikasi. Santri harus mewaspadai bahaya dunia digital. Para santri diharap mampu membendung informasi hoaks dari internet.

Internet bisa digunakan untuk menyebarkan pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga sebaliknya digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks. Perlu adanya pemahaman dan pengetahuan kepada santri perihal pemanfaatannya agar mampu menghadapi tantangan transformasi teknologi informasi.

Digitalisasi menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari kita. Sekarang semua menjadi umat digital, santri harus mampu memanfaatkan internet, berbagai macam perangkat digital dalam rangka upaya menebarkan nilai agama untuk kemaslahatan bersama dan kemanfaatan. Saat ini santri dituntut memiliki kemampuan berinteraksi yang baik dalam menggunakan media sosial. Tentunya pemanfaatannya harus sesuai ring yang benar sehingga bukan malah menjadi bumerang yang bisa mengancam dan membahayakan bagi penggunanya.

Di Hari Santri ini, Kami keluarga besar Relawan TIK Pasuruan siap bersinergi dengan para santri untuk memberikan sosialisasi dan edukasi tentang pemanfaatan internet yang bijak dan cerdas bermedia sosial di era digital ini, sehingga tidak ada lagi atas nama santri yang terjerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) akibat kurangnya pengetahuan tentang pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *