Jatim Gencarkan Smart Province

Rtikpasuruan.or.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur mengundang Diskominfo kabupaten/kota se-Jatim bersama forum penggiat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) se-Jatim, di Hotel Orchid Kota Batu Kamis-Jumat (23-24/08).

Ir. Eddy Santoso, MM, Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan tersebut dalam rangka memberdayakan komunitas penggiat TIK di masing-masing kabupaten/kota guna mendukung mewujudkan East Java Smart Province. Menurut beliau sebagai bentuk respon dari adanya revolusi industri tahap 4, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyampaikan tiga hal penting yang harus segera dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta seluruh Kepala Daerah di Jawa Timur. Tiga hal yang dimaksud adalah smart governance, smart industry, dan smart economy.

Smart governance bisa didapat dengan  adanya keterbukaan informasi dan tersedianya pusat data yang terintegrasi, adanya kebijakan yang membantu dalam melayani masyarakat dan menyelenggarakan pemerintahan dan pelayanan masyarakat berbasis IT yang terintegrasi.

Smart industry bisa dilakukan dengan membantu IKM yang kecil menjadi lebih efisien. Contohnya, pemerintah harus membantu IKM dengan tidak memberikan pajak bagi usaha kecil, memberikan suku bunga murah dan mempermudah perijinan.

Sedangkan smart economy diperoleh dengan cara meningkatkan daya saing. Jika disederhanakan daya saing menjadi tiga hal yaitu kualitasnya lebih baik, harganya lebih murah, dan distribusinya lebih cepat.

Untuk mensukseskan program di ats “Segala persiapan terus kita matangkan, termasuk di antaranya melalui FGD (Forum Group Discussion) bersama Kominfo dan komunitas penggiat TIK di daerah seperti saat ini,” ucap Eddy.

Selain itu, pihaknya juga mengatakan, salah satu fokus utamanya dari program ini yakni “smart business”, karena Kominfo Jatim sudah menyiapkan platform untuk mendukung perkembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

Perlu diketahui, program Smart Province ini diinisasi oleh Kominfo Provinsi Jatim dan didukung juga oleh Relawan TIK Jatim. Adapun provinsi yang telah menerapkan Smart Province baru Sumatra Utara.

Sementara itu, Novianto Puji Raharjo salah satu pemateri dalam FGD tersebut menerangkan, komunitas TIK merupakan organisasi kemasyarakatan yang mendasarkan gerakannya pada upaya pengembangan pengetahuan, keterampilan/keahlian di bidang TIK para anggota dan masyarakat.

Kemudian, tujuan komunitas TIK yang hadir ini, nantinya diharapkan siap siaga mengemban misi sosial, kemasyarakatan dan kemanusiaan bagi pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan keahlian yang dimiliki (TIK) untuk kemaslahatan masyarakat dan kemajuan bangsa, khususnya Jawa Timur.

“Jadi para komunitas penggiat TIK di daerah harus siap mendukung terwujudnya East Java Smart Province yang telah dicanangkan oleh Diskominfo Jawa Timur,” pungkas Gus Novi yang juga ketua Relawan TIK Jawa Timur ini. (Bahruddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *