Kampanye Anti Hoax dan Ujaran Kebencian Sasar Pelajar Yayasan Pendidikan Islam Watukosek Gempol

RTIKPASURUAN.OR.ID, Gempol – Generasi muda harus pro aktif memerangi hoax dan ujaran kebencian. Hal tersebut disampaikan Ketua Relawan TIK Pasuruan, Bahruddin saat menyampaikan kampanye anti hoax dan Ujaran Kebencian kepada para siswa MTs dan MA Darut Taqwa I Watukosek Gempol di aula madrasah tersebut, Jumat (19/7).

Bahruddin yang akrab disapa mas Bro mengatakan, semua harus berperan memberantas hoax dan ujaran kebencian termasuk siswa MTs dan MA yang berjumlah 133 siswa. Menurutnya, hoax dan ujaran kebencian memiliki dampak destruktif yang tidak bisa disepelekan. Hoax dan ujaran kebencian bisa menjadi pemicu sesama anak bangsa dan oleh sebab itulah harus diberantas. “Kalian juga harus menjadi agen pemberantas hoax dan ujaran kebencian karena sangat merusak dan bisa merusak persatuan bangsa,” kata Mas Bro.

Senada dengan hal tersebut Masruri kepala MTs Darut Taqwa I Watukosek sekaligus mewakili Kepala MA dalam sambutannya menambahkan, para siswa harus mengetahui ciri-ciri berita hoax  dan ujaran kebencian agar mereka tidak terjebak ikut menyebarkannya. Ciri tersebut misalnya sumber berita yang kurang bisa dipercaya atau media diketahui bukanlah media resmi. Selain itu, kata-kata yang provokatif dan berbau SARA.

“Kalian harus mengetahui ciri-ciri berita hoax dan ujaran kebencian. Jangan sampai kalian justru ikut menyebarkan berita hoax dan masuk dalam ranah ujaran kebencian yang nantinya akan terjerat UU ITE,” sambutnya.

Acara tersebut sukses menyedot antusiasme para siswa. Acara yang disupport media online wartabromo.com tersebut bertajuk Kampanye Anti Hoax dan Ujaran Kebencian itu mampu membuat siswa penasaran dan memancing rasa ingin tahu tentang etika bermedia sosial dan mencerna berita dengan baik.

Salah satu siswa, Sukma Aulia Wulandari menanyakan bagaimana seharusnya masyarakat khususnya para generasi muda bermedia sosial dan apa ciri berita benar dan tidak mengandung unsur ujaran kebencian. “Saya sangat senang dengan adanya acaranya ini. Saya antusias untuk mengetahui bagaimana caranya beretika di media sosial agar tidak mudah terpancing untuk menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian,” katanya. (saiful/**)

3 tanggapan untuk “Kampanye Anti Hoax dan Ujaran Kebencian Sasar Pelajar Yayasan Pendidikan Islam Watukosek Gempol

  • 19 Juli 2019 pada 10:51 am
    Permalink

    Pokoke juossss selalu tebarkan kebaikan
    No hoax🤗

    Balas
  • 19 Juli 2019 pada 10:52 am
    Permalink

    RTIK selalu keren banget

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *