Kemitraan RTIK Pasuruan dengan Yatim Mandiri Pasuruan dalam Membangun Kemandirian

RTIKPASURUAN.OR.ID, PASURUAN – Yatim Mandiri Pasuruan menggelar kegiatan Program SuperCamp “Youth For Change” untuk anak-anak yatim yang dititik beratkan pada siswa kelas XII. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan Jl. Panglima Sudirman No. 75 Kota Pasuruan pada hari Minggu (27/01/ 2019).

Kegiatan yang difasilitatori oleh Relawan TIK Pasuruan sebagai salah satu mitra Yatim Mandiri Pasuruan tersebut diikuti oleh 10 anak yatim. SuperCamp ini bertujuan untuk mempersiapkan anak-anak yatim pasca lulus SMA. Mereka dilatih untuk membuat target hidup, menulis mimpi-mimpinya, dan berlatih kemandirian secara ekonomi lewat Technopreneurship.

Dipertemuan perdana ini Bahruddin Ketua Relawan TIK Pasuruan, memberikan materi tentang Personal Branding dengan tema “From Zero To One”. “Personal branding merupakan proses yang dilakukan setiap orang untuk menciptakan persepsi atau image tertentu melalui interkasi dan komunikasi yang ia lakukan kepada orang lain. Personal Branding sangat dibutuhkan oleh siapapun dan dalam keadaan apapun, terutama para pelajar SMA yang akan lulus dengan pilihan terus kuliah atau masuk dunia kerja”. Tuturnya.

“Di era milenial ini tentu tidaklah lepas dari Teknologi Informasi dan Komunikasi. Salah satunya media sosial yang sudah sangat akrab diberbagai lapisan masyarakat khususnya pelajar. Dari media sosial inilah menjadi salah satu jalan untuk mem-branding kemampuan dirinya. Seseorang yang berhasil mem-branding dirinya dengan baik dan positif berarti telah mampu menunjukkan perbedaan dan kelebihannya dibandingkan dengan orang lain yang ada di sekitarnya”.Ulasnya.

M. Jaffar Sodik, staff program SuperCamp “Youth For Change” 2019 Yatim Mandiri Pasuruan juga mengakui betapa pentingnya pengetahuan tentang pemanfaatan media sosial untuk kepentingan self branding agar para siswa yang tergabung dalam kegiatan ini mampu memunculkan kemampuan dirinya yang positif untuk mendapatkan kepercayaan dari lingkungan sekitarnya. Sehingga nantinya dengan program yang mengarah kepada technopreneurship sudah mampu menumbuhkan kreaatifitas peserta dan dapat menghasilkan income untuk keperluan dirinya sendiri. (Saiful A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *