Literasi Digital Kampung KB Desa Kenep – Beji – Pasuruan 2019

Mendengar istilah “Kampung″, kesan yang muncul di pikiran kita pasti akan tertuju pada suatu tempat hunian dari sekumpulan orang atau keluarga dengan segala keterbelakangan, keterbatasan, tertinggal, kolot, kumuh, terpencil, dan beberapa sebutan lainnya yang terkait dengan kampung.

Memang tidak dapat kita pungkiri, bahwa kampung sangat identik dengan istilah-istilah seperti itu, begitu juga halnya dengan istilah Kampung KB yang akhir-akhir ini menjadi icon yang cukup populer tidak hanya dikalangan para pengelola program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKB-PK) dalam hal ini BkkbN, akan tetapi juga banyak diperbincangkan oleh lembaga-lembaga departemen ataupun non-departemen mulai dari tingkat daerah sampai ketingkat pusat.

Memang, sejak Kampung KB ini dicanangkan oleh Bapak Presiden RI (Ir.Joko Widodo) pada bulan januari 2016, bahwa Kampung KB ini banyak diperbincangkan oleh masyarakat mulai dari kalangan bawah, menengah sampai kepada masyarakat kalangan elit, dan bahkan tulisan-tulisan mengenai kampung KB banyak mengisi kolom-kolom pemberitaan di media massa (surat kabar, majalah, tabloid) dan bahkan menjadi pemberitaan yang cukup hangat dan populer di media-media elektronik.

Lantas kenapa kampung KB ini dibentuk, ada beberapa hal yang melatar belakanginya, yaitu : (1) Program KB tidak lagi bergema dan terdengar gaungnya seperti pada era Orde Baru, (2) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas, (3) penguatan program KKBPK yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat, (4) mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia yang tertuang dalam Nawacita terutama agenda prioritas ke 3 yaitu “Memulai pembangunan dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan” serta Agenda Prioritas ke 5, yaitu “Meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia”, (5) mengangkat dan menggairahkan kembali program KB guna menyongsong tercapainya bonus demografi yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2010 – 2030. http://kampungkb.bkkbn.go.id

Dari sejarah sampai dengan terbentuknya kampung KB itulah kami Relawan TIK Pasuruan terketuk hati agar Kampung KB yang berada di Kabupaten Pasuruan mampu menjadi kampung yang berkualitas dari semua unsure yang ada. Termasuk Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja), Tunas Genre, Kader Posyandu, sampai dengan perangkat desa yang masuk dalam structural itu mampu berdaya mengikuti era digital ini.

Salah satu yang akan kami damping sebagai awal dari gerakan ini adalah Kampung KB yang berada di Dusun Sumurgemuling Desa Kenep Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Rencana sinergi program Relawan TIK Pasuruan dengan Kampung KB di dusun Sumurgemuling tersebut antara lain pertama, memberikan sosialisasi internet sehat agar cerdas bermedia sosial di era digital. Kedua, Memberikan pemahaman tentang pentingnya personal branding guna menginformasikan dirinya di dunia cyber hal-hal yang positif untuk kemajuan dirinya yang nantinya bisa berdampak majunya kampong KB di wilayahnya. Ketiga, memberikan pengetahuan dan pendampingan tentang optimalisasi media social untuk peningkatan usaha agar nantinya seluruh unsur dalam Kampung KB tersebut bisa mandiri dan mampu berwirausaha untuk menunjang program-program prioritasnya. Dan keempat, Melatih para PIK Remaja, Tunas Genre dan unsur lainnya membuat media kreatif untuk promosi usaha dan program Kampung KB di wilayahnya.

Mudah-mudahan kegiatan ini sebagai langkah awal berkembangnya Kampung KB di Pasuruan yang kita awali dengan pendampingan di Dusun Sumurgemuling Desa Kenep Kecamatan Beji pada bulan Maret 2019 ini dengan tema “Cerdas, Kreatif dan Produktif Bersama Kampung KB di Era Digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *