Puluhan Siswa-Siswi SMK Negeri 1 Wonomerto Ikuti Supercamp Literasi Digital Millenial 2019

RTIKPASURUAN.OR.ID, Situbondo – Kaum millenial tidak boleh ketinggalan dan jangan lupakan untuk terus membuat jejaring yang luas. Millenial dituntut untuk cerdas, kreatif dan produktif agar dapat bersaing di era digital. Pemuda milenial harus mampu ambil bagian dan menjadi pembaharu dalam mengahadapi segala tantangan di era keterbukaan informasi.

Hal itu lah yang menjadi bahasan utama dalam Supercamp Literasi Digital Millenial 2019 yang diselenggarakan pada Rabu – Jum’at (6-8/11/2019) di Jack East Villa Situbondo. Supercamp yang diikuti oleh 57 siswa-siswi pilihan dari unsur Osis, Pramuka dan PMR SMK Negeri 1 Wonomerto Kabupaten Probolinggo ini mengangkat tema “Millenial Cerdas, Kreatif dan Produktif di Era Digital”.

Dihari pertama, Sesi pertama diisi oleh materi tentang Inspirasi Digital For Millenials oleh Kak Shela, Relawan TIK Bojonegoro yang sekaligus pengurus Relawan TIK Jawa Timur. Berkat pesatnya perkembangan informasi dan komunikasi, saat ini banyak pemuda yang belum bijak dalam pemanfaatan teknologi.

“Sekarang ini bermedia sosial ibarat kita terjun ke jurang. Ketika kita terjun, saat itu juga kita sedang merakit pesawat,” tuturnya. Agar pesawat tersebut dapat terbang, ide – ide cerdas dan kreatif harus selalu dimunculkan. Ide tersebut akan muncul apabila kita melakukannya sesuai dengan panggilan hati tanpa ada paksaan dalam melakukannya. Selain itu, ide juga mucul saat kita melihat permasalahan melalui sudut padang yang berbeda, alih – alih menganggapnya sebagai kendala. Lalu kemudian akan terciptalah peluang. Peluang itu yang harus dimanfaatkan oleh millennial agar lebih produktif.

Kemudian sesi kedua diisi oleh Kak Bro, Ketua Relawan TIK Pasuruan. Tidak bisa dipungkiri bahwa semakin mudahnya akses informasi tidak berbanding lurus dengan personal brand pemuda era ini, terbukti dengan begitu maraknya kabar bohong di masyarakat. Kemampuan masyarakat Indonesia untuk menyerap informasi dinilai masih rendah dibandingkan dengan negara – negara lainnya.

Permasalahan utama di Indonesia adalah pendidikan. Ketua RTIK Pasuruan ini ingin mengajak millennial untuk memperbaiki dan merubah kondisi tersebut dan tidak tunduk menjadi produk dari sistem yang sudah ada. Para milenial harus peduli dengan permasalahan yang ada di masyarakat lalu menemukan solusi cerdasnya. Millenial harus lebih bijak dalam bersosmed dalam menciptakan personal branding yang positif sehingga akan mendapat kepercayaan dari masyarakat dan akan mempermudah akses kelak dalam berkarya.

Masuk dihari kedua, materi Public Speaking oleh Kak Bro. Para peserta diajak untuk mampu berbicara di depan umum. Meraka diajarkan tentang teknik public speaking dasar dan mengatasi permasalahan-permasalahan yang biasa terjadi pada saat kita menjadi seorang public speaker. Terlihat antusiasme dari para peserta karena selain materi mereka juga diberi kesempatan untuk langsung mempraktekkannya.

Materi keempat Creat Content Creator oleh Kak Shela. Kali ini para peserta supercamp diajak untuk lebih kreatif dan produktif. Karena pada sesi ini membahas tentang bagaimana mempunyai kemampuan digital salah satunya membuat konten video yang kemudian harus diupload ke sosmed masing-masing. Tentu ada penilaian pada saat sudah terupload sehingga para peserta merasa banyak hal yang harus dipelajari lagi untuk lebih baik dan kreatif lagi dalam membuat konten video. (Saiful/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *