Stop Hoax dan Cyberbullying MTs Roudlotul Hikmah Banjarkejen di Hari Santri 2018

Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2018, kembali Relawan TIK Pasuruan mengadakan sosisalisasi Cerdas Bermedia Sosial di Era Digital dengan tema Stop Hoax dan Cyberbullying MTs Roudlotul Hikmah Banjarkejen di Hari Santri 2018, Senin (22/10/2018).

Madrasah yang memiliki jumlah 60 siswa dari kelas VII-IX ini menjadi spesial karena letaknya yang cukup masuk ke dalam dan pengetahuan para siswa tentang pemanfaatan internet sangatlah minim meskipun sebagian besar sudah mempunyai akun media sosial.

Humas RTIK Pasuruan Abdul Hamid menjelaskan bahwa madrasah ini sangatlah berbeda dari sekolah/madrasah sebelumnya yang mereka datangi.

“Kali ini kami lebih tertantang untuk menjelaskan lebih dari awal tentang apa itu internet beserta dampak positif-negatifnya. Karena mayoritas siswa hanya menggunakan internet untuk facebookan dan chatting”, Jelasnya.

“Yang membuat kami kaget, banyak dari mereka menggunakan facebook untuk update status dengan kata-kata kasar, membully temannya, menyindir, hingga umpatan-umpatan kemarahan yang ditujukan kepada seseorang”, Tambahnya.

“Kami berbagi pengetahuan tentang dampak yang bisa mereka terima jika suatu saat ada yang tidak terima dengan status yang mereka buat, mereka akan berakhir di penjara karena adanya UU ITE yang beberapa kali sudah menjerat warga Pasuruan”,Pungkasnya.

Sementara itu, Kepala MTs Roudlotul Hikmah Banjarkejen Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan Bahruddin, S.Sos.I dalam sambutannya menjelaskan bahwa banyak kenakalan remaja disebabkan internet. Jadi kami berharap setelah adanya sosialisasi ini anak-anak bisa lebih bijak dalam memanfaatkan internet serta bisa membuat konten positif. Sehingga ke depan para siswa bisa memanfaatkan internet dengan cerdas, kreatif dan produktif sebagaimana yang terpampang dalam x-banner Relawan TIK Pasuruan.

“Sosilalisasi seperti ini sangat perlu, terutama untuk pengguna anak-anak sekolah mengingat internet itu penting tapi bagaimana menjadikan siswa sebagai pengguna bertanggung jawab dalam mengakses internet memang masih perlu untuk memberikan himbauan dan pemahaman”, Ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *