Sumpah Pemuda di Era Milenial

Berbicara tentang pemuda yang berfungsi pelopor, sekaligus pejuang kemerdekaan. Pemuda adalah penjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan tidak kalah pentingnya, pemuda  adalah pejuang keadilan yang selalu memperjuangkan kepentingan-kepentingan rakyat.

Tapi, apa yang terjadi sekarang ini? Di era yang disebut-sebut sebagai era milenial, masihkah para pemuda mempertahankan jati diri mereka sebagai sosok-sosok pejuang yang idealis? Atau sebaliknya terperangkap dalam kenikmatan berteknologi yang ada dalam genggaman dan kendalinya?

Era milenial yang ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, melahirkan generasi-generasi milenial yang juga sangat tergantung pada keberadaan teknologi. Parahnya, perkembangan teknologi yang sangat pesat ini sangat mengancam kehidupan sosial manusia. Manusia di era milenial, cenderung hidup menjauh dari kata “makhluk sosial”, asyik dengan dirinya, dan asyik dengan dunianya. Pesatnya teknologi yang serba memudahkan, membuat manusia merasa bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa memerlukan interaksi dengan banyak orang. Interaksi sosial antar individu, justru terjadi lebih banyak di dunia maya ketimbang di dunia nyata.

Keadaan seperti ini, membuat generasi muda menjadi acuh tak acuh dan kehilangan kepekaan pada kondisi sosial masyarakat sekitarnya. Ironisnya lagi, ketika keadaan-keadaan tersebut memicu membenarkan dalam berpikir. Para pemuda tidak lagi memiliki semangat perjuangan, apalagi semangat perlawanan. Meskipun tidak semuanya seperti itu.

Dari situlah momentum Sumpah Pemuda tahun 2018 ini, sudah menjadi kewajiban kita sebagai pemuda untuk segera bangun dan bangkit untuk juga ikut andil dalam membangun Bangsa Indonesia ini. Membangun disini dalam arti mengerahkan seluruh kemampuan yang kita bisa dalam pemaanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk hal-hal yang membawa manfaat untuk masyarakat bukan malah sebaliknya.

Mari bersama-sama merapatkan barisan untuk membangun bangsa dan menyatukan persepsi bahwa pemuda adalah tulang punggung bangsa. Ditangan pemudalah hidupnya suatu bangsa. Oleh karena itu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sudah akrab dengan era milenial ini menjadi tanggungjawab kita untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana bijak, cerdas, kreatif dan produktif dalam pemanfaatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *