Waspada Ancaman Dunia Maya, RTIK Pasuruan Sosialisasikan Internet Sehat dan Aman

RTIKPASURAUN.OR.ID, Gempol – Demi mensukseskan edukasi masyarakat tentang pemanfaatan internet secara bijak dan cerdas. Serta menanggulangi maraknya konten-konten berita hoax yang banyak sekali ditemukan lewat online. Berbagai instansi baik pemerintah maupun non pemerintah berusaha agar masyarakat bisa membentengi diri dari hal tersebut. Termasuk usia remaja yang sangat rentan terpengaruh konten negatif dunia maya dan hal ini pula sangat marak terjadi di kab. Pasuruan.
Dengan landasan inilah, Relawan TIK Pasuruan menyelenggarakan Sosialisasi Internet Sehat serta mengambil tema “Cerdas Bermedia Sosial di Era Digital”. Kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh 90-an siswa ini bertempat di Aula MTs Hasyim Asy’ari Tawangsari Kejapanan Kec. Gempol, Kamis (18/07/2019).
Dengan didukung penuh oleh wartabromo.com sebagai media partner, sosialisasi ini turut dihadiri beberapa dewan guru. Selain itu kegiatan juga diisi pemaparan materi tentang internet sehat serta mini game edukasi dan doorprize-doorprize menarik untuk siswa-siswi.
Drs. H. Syamsul Huda, selaku Kepala MTs Hasyim Asy’ari Gempol dalam sambutannya memberi arahan tentang ancaman bahaya pemanfaatan internet yang tidak sehat. Serta maraknya konten negatif tersebar di Internet yang mengkawatirkan kalangan usia remaja.
“penting bagi kita agar bisa menyesuaikan dengan kemajuan teknologi tapi juga harus tetap waspada. Termasuk dengan konten-konten negatif yang ada diinternet. Jangan sampai menjadi incaran kejahatan lewat media sosial yang saat ini marak,”ujar beliau.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan menjadi pondasi kokoh bagi para siswa tentang pemanfaatan internet khusunya pemanfaatan media sosial yang cerdas, kreatif dan produktif.
Ketua Relawan TIK Pasuruan, Bahruddin berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada RTIK Pasuruan dan juga mengungkapkan harapannya terhadap sosialisasi internet sehat ini.
“mudah-mudahan dengan adanya sosialisasi atau bekal ilmu tentang internet bisa menjadi sebuah virus kebaikan yang menular, anggap saja 1 orang yang hadir dari siswa disini bisa menular 5 ketemannya yang lain. Jumlah total yang ada diruangan ini sebanyak 90 lebih peserta sehingga bisa mneyebar ilmunya 5 kali lipat”, ungkapnya sambil menutup kegiatan sosialisasi. (Saiful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *